KAPAL KERTAS
Sebuah Kapal Kertas berlayar di tepi telaga
Tatkala seorang anak kecil larut dalam sebuah lamunan
Terkejut Sang Anak melihat si kapal
Dipungut dan dibukanya si kapal kertas
Sang Anak terhenyak tatkala melihat tulisan-tulisan :
Wanita Berwajah Boneka
Terdiam diriku dalam sebuah lamunan.
Sorot mata coklatmu membuatku berpikir tentang sebuah impian.
Namun saat sorot lembutmu itu datang
Detik itu juga harus kuhentikan diriku dalam berangan-angan
Wanita berwajah Boneka
Sulit rasanya berjuang menembus semua mimpi berbahaya
Senyum ramahmu membenamkanku dalam ketermenungan panjang
Saat berbicara engkau menatap datar-datar
Layaknya sebuah boneka yang tidak menyadari telah terjadi apa-apa
Wanita berwajah Boneka
Kupupuk keterampilanku bersandiwara
Ibarat menumpuk batu bata demi sebuah benteng yang menutupi semuanya
Mengingatkanku pada cerita musafir di sebuah padang
Berjuang berjalan entah kemana dan entah sampai kapan
Wanita berwajah Boneka
Kebanyakan orang mungkin akan berbicara
Tetapi aku sudah belajar dan belajar
Tentang nasehat kawan dari seberang
Terkadang tidak melakukan apapun justru melakukan semuanya
Namun hatiku yang tidak mau mengerti diriku selalu berontak
Membuatku menulis di sebuah kapal kertas
Hatiku berkata
Kalau aku menuliskannya pada sebuah kapal kertas
Kelak telaga di depan akan mengantarkan kapal kertas itu kepada Wanita Berwajah Boneka Semoga Wanita Berwajah Boneka itu mau mengerti isinya
Tanpa salah mengartikan maksudnya
Sang anak terdiam mencoba mengerti isi seluruh tulisan
Tatkala seorang teman memanggilnya untuk bermain layang-layang
"Sebentar" ujar sang anak sambil melipat surat itu menjadi sebuah kapal terbang
Sang anak mengambil layang-layang dari tangan temannya
Seutas benang dipakainya untuk mengaitkan si pesawat di ekor layang-layang
Tak lama kemudian layang-layang itu terbang
Si pesawat pun menemani sambil menempel di ekornya
Saat layang-layang itu putus
Keduanya seolah terbang mencari kebebasan
Dan kapal kertas pun takkan pernah sampai di tangan Wanita Berwajah Boneka.
Tatkala seorang anak kecil larut dalam sebuah lamunan
Terkejut Sang Anak melihat si kapal
Dipungut dan dibukanya si kapal kertas
Sang Anak terhenyak tatkala melihat tulisan-tulisan :
Wanita Berwajah Boneka
Terdiam diriku dalam sebuah lamunan.
Sorot mata coklatmu membuatku berpikir tentang sebuah impian.
Namun saat sorot lembutmu itu datang
Detik itu juga harus kuhentikan diriku dalam berangan-angan
Wanita berwajah Boneka
Sulit rasanya berjuang menembus semua mimpi berbahaya
Senyum ramahmu membenamkanku dalam ketermenungan panjang
Saat berbicara engkau menatap datar-datar
Layaknya sebuah boneka yang tidak menyadari telah terjadi apa-apa
Wanita berwajah Boneka
Kupupuk keterampilanku bersandiwara
Ibarat menumpuk batu bata demi sebuah benteng yang menutupi semuanya
Mengingatkanku pada cerita musafir di sebuah padang
Berjuang berjalan entah kemana dan entah sampai kapan
Wanita berwajah Boneka
Kebanyakan orang mungkin akan berbicara
Tetapi aku sudah belajar dan belajar
Tentang nasehat kawan dari seberang
Terkadang tidak melakukan apapun justru melakukan semuanya
Namun hatiku yang tidak mau mengerti diriku selalu berontak
Membuatku menulis di sebuah kapal kertas
Hatiku berkata
Kalau aku menuliskannya pada sebuah kapal kertas
Kelak telaga di depan akan mengantarkan kapal kertas itu kepada Wanita Berwajah Boneka Semoga Wanita Berwajah Boneka itu mau mengerti isinya
Tanpa salah mengartikan maksudnya
Sang anak terdiam mencoba mengerti isi seluruh tulisan
Tatkala seorang teman memanggilnya untuk bermain layang-layang
"Sebentar" ujar sang anak sambil melipat surat itu menjadi sebuah kapal terbang
Sang anak mengambil layang-layang dari tangan temannya
Seutas benang dipakainya untuk mengaitkan si pesawat di ekor layang-layang
Tak lama kemudian layang-layang itu terbang
Si pesawat pun menemani sambil menempel di ekornya
Saat layang-layang itu putus
Keduanya seolah terbang mencari kebebasan
Dan kapal kertas pun takkan pernah sampai di tangan Wanita Berwajah Boneka.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home